Rangkuman ips
2. Organisasi pergerakan yang bersifat keagamaan
Organisasi-organisasi pergerakan yang didirikan berdasarkan asas keagamaan antara lain serekat dagang islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Serekat dagang Islam(SDI) dibentuk oleh H. Samanhoedi pada tahun 1912 SDI memiliki ciri keislaman dan ekonomi.
Tujuannya adalah melindungi dan menjamin kepentingan pedagang muslim terhadap ancaman dan persaingan pedagang tiongkok.
Muhammadiyah didirikan oleh H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912.Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) dibentuk oleh kelompok yg di pimpin H. Hasyim Asy'ari Pada tahun 1926
3. Organisasi Pergerakan yang Bersifat Nasional
Selain organisasi yang bersifat kedaerahan dan keagamaan, ada pula organisasi yang berhaluan nasional, di antaranya adalah Indiscte Partij. Perhimpunan Indonesia dan Partai Nasional Indonesia.
Indische Partij (IP) didirikan oleh Bandung oleh E. F. E. Douwes Dekker(dikenal juga dengan nama Danoedirdjo Setyaboedhi, Dr Tjipto Mangoenkoesomo, dan R. M. Soewardi soejaningrat.M Hajar Dewantara) Padatahun 1912.Dengan tujuan IP adalah mewujudkan Hindia(Indonesia) merdeka.
d. Peristiwa Pergerakan Nasional
Kebangkitan rasa nasionalisme bangsa indonesia dan pembentukan berbagai kelompok organisasi pergerakan disertai dengan beberapa peristiwa pergerakan nasional, antara lain Manifesto Politik 1925, kongres Pemuda dan Kongres Perempuan.
1.Manifesto politik 1925
Pada tahun 1925,Indonesische Vereeniging atau perhimpunan Indonesia (PI) mengeluarkan suatu pernyataan politik yang kemudian dikenal dengan Manifesto Politik (Manipol) 1925.
Prinsip-prinsip tersebut terangkum dakam ketegasan sikap bahwa:
a) rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang di pilih nereka sendiri;
b) memperjuangkan pemerintahan sendiri itu, tidak diperlukan bantuan dari pihak mana pun; dan
c) tanpa persatuan kokoh dari pelbagai unsur rakyat, tujuan perjuangan itu sulit di capai
2) Kongres pemuda Sebelun tahung 1926, di indonesia telah terdapat organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti kumpulan pasundan, persatuan minahasa, persatuan Molukas, dan Jong sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Minahasa, dan jong Sumatranen Celebes. Puncak kebulatan tekad masyarakat Indonesia untuk menetapkan Indonesia sebagai identitas nasional terjadi pada 28 oktober 1928 dalam kongres pemuda ll di jakarta. Ketika itu, 750 oang wakil dari organisasi organisasi kepemudaan mengeluarkan sebuah sumpah yang di kenal sebagai sumpah pemuda.
Komentar
Posting Komentar